Akankah Harga Emas Turun di Pertengahan Tahun? Simak Prediksi Berdasarkan Tren Historis

Jakarta – Pergerakan harga emas di awal tahun 2026 telah mengejutkan banyak pihak dengan volatilitas yang luar biasa. Setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di kisaran US$5.600 per ons pada akhir Januari, harga logam mulia ini mulai menunjukkan tanda-tanda koreksi.

Kini, pertanyaan besar bagi para investor adalah: Apakah harga emas akan melandai di pertengahan tahun, atau justru bersiap untuk lonjakan yang lebih tinggi?

Mengintip Tren Historis: Siklus Musiman Emas

Secara historis, harga emas seringkali menunjukkan pola musiman yang unik. Berdasarkan data beberapa dekade terakhir, pertengahan tahun (khususnya bulan Juni dan Juli) kerap menjadi periode konsolidasi atau penurunan tipis sebelum kembali menguat di akhir tahun.

  • Profit Taking: Setelah reli awal tahun yang biasanya dipicu oleh perayaan Tahun Baru Imlek dan permintaan fisik yang tinggi, investor cenderung melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang kuartal kedua.
  • Permintaan Musiman: Biasanya, permintaan perhiasan global sedikit melandai di pertengahan tahun sebelum kembali melonjak saat memasuki musim pernikahan di India dan persiapan akhir tahun di pasar Barat.

Prediksi Analis untuk Pertengahan Tahun 2026

Meskipun ada potensi koreksi teknis, mayoritas analis global tetap optimis terhadap prospek emas di sepanjang tahun 2026. Berikut adalah beberapa proyeksi dari institusi keuangan ternama:

  1. Morgan Stanley: Memproyeksikan harga emas rata-rata berada di level US$4.300–US$4.500 per ons pada paruh pertama 2026.
  2. Goldman Sachs: Lebih agresif dengan menaikkan target hingga US$5.400 per ons, didorong oleh diversifikasi cadangan devisa oleh bank sentral dunia.
  3. Domestik (Antam): Di pasar lokal, jika nilai tukar Rupiah berada di kisaran Rp16.500–Rp16.900, harga emas domestik diprediksi bisa stabil atau bahkan merangkak naik menuju rentang Rp2,4 juta hingga Rp2,9 juta per gram.

Faktor Penentu: Suku Bunga dan Geopolitik

Apakah harga akan turun atau naik di bulan Juni-Juli nanti sangat bergantung pada dua faktor kunci:

  • Kebijakan The Fed: Pasar sedang memantau pergantian kepemimpinan di bank sentral AS. Jika suku bunga dipangkas pada pertengahan tahun, emas akan mendapatkan “angin segar” untuk kembali terbang.
  • Ketidakpastian Geopolitik: Emas tetap menjadi safe haven utama. Ketegangan di Timur Tengah atau wilayah lain yang belum mereda akan terus menjaga harga emas tetap di level tinggi.

Strategi untuk Investor: Beli Saat Turun?

Bagi kamu yang ingin berinvestasi, koreksi yang mungkin terjadi di pertengahan tahun seringkali dianggap oleh para ahli sebagai “jeda sehat”. Ini bisa menjadi momentum untuk melakukan buy on weakness atau membeli saat harga sedang terkoreksi sebelum tren naik jangka panjang kembali berlanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *