Daftar Hidden Gem di Kuala Lumpur yang Jarang Dikunjungi Oleh Wisatawan Asal Indonesia

Kuala Lumpur sering kali identik dengan kemegahan Menara Kembar Petronas, kawasan belanja Bukit Bintang, atau tangga warna-warni di Batu Caves. Bagi wisatawan asal Indonesia, destinasi tersebut sudah menjadi agenda wajib yang sangat umum. Namun, di balik hiruk-pikuk pusat kota yang modern, ibu kota Malaysia ini menyimpan sisi lain yang jauh lebih tenang, autentik, dan penuh sejarah. Menjelajahi tempat-tempat yang jarang terjamah oleh turis arus utama akan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih mendalam dan eksklusif. Berikut adalah daftar permata tersembunyi atau hidden gem di Kuala Lumpur yang layak masuk dalam rencana perjalanan Anda berikutnya.

Keasrian Hutan Kota di KL Eco Park

Banyak wisatawan yang tidak menyadari bahwa tepat di bawah bayang-bayang KL Tower terdapat sebuah hutan hujan tropis yang masih terjaga. KL Eco Park, yang dulunya dikenal sebagai Hutan Simpan Bukit Nanas, adalah salah satu cagar alam tertua di Malaysia. Daya tarik utamanya adalah Canopy Walk, sebuah jembatan gantung setinggi 200 meter yang memungkinkan pengunjung berjalan di antara pucuk-pucuk pohon sambil menikmati pemandangan gedung pencakar langit. Tempat ini menawarkan kontras yang luar biasa antara beton kota dan hijaunya alam. Bagi pengunjung asal Indonesia yang ingin mencari udara segar tanpa harus keluar dari pusat kota, KL Eco Park adalah pelarian sempurna yang sering terlewatkan.

Jejak Kolonial di Rumah Penghulu Abu Seman

Tersembunyi di dalam kompleks Badan Warisan Malaysia di Jalan Bukit Aman, terdapat sebuah rumah kayu tradisional yang sangat memukau. Rumah Penghulu Abu Seman merupakan salah satu contoh arsitektur Melayu tertua yang masih bertahan. Rumah ini tidak dibangun di lokasi aslinya, melainkan dipindahkan dari Kedah dan dipulihkan dengan sangat teliti. Wisatawan bisa mengikuti tur berpemandu untuk melihat interior rumah yang dihiasi ukiran tangan yang rumit serta mempelajari cara hidup masyarakat Melayu di masa lalu. Berbeda dengan museum besar yang padat, tempat ini menawarkan suasana yang intim dan edukatif, sangat cocok bagi pencinta sejarah dan budaya yang menginginkan ketenangan.

Keindahan Mural di Terowongan Jalan Gereja

Jika Anda menyukai seni jalanan tetapi ingin menghindari keramaian di kawasan Bukit Bintang atau Pasar Seni, cobalah mencari terowongan pejalan kaki di sekitar Jalan Gereja. Kawasan ini memiliki serangkaian mural yang menceritakan sejarah perkembangan Kuala Lumpur dari masa ke masa. Seni visual di sini sangat detail dan memiliki narasi yang kuat, mulai dari gambaran pemukiman awal penambang timah hingga transformasi menjadi kota metropolitan. Karena lokasinya yang sedikit tersembunyi dan bukan merupakan jalur utama wisata, Anda bisa dengan leluasa mengambil foto tanpa harus mengantre panjang atau terganggu oleh lalu lalang orang banyak.

Pesona Arsitektur Masjid Wilayah Persekutuan

Meskipun Masjid Negara adalah destinasi populer, Masjid Wilayah Persekutuan di Jalan Tuanku Abdul Halim sering kali luput dari perhatian wisatawan Indonesia. Masjid ini sering dijuluki sebagai “Blue Mosque” versi Malaysia karena arsitekturnya yang terinspirasi oleh Masjid Sultan Ahmed di Istanbul, Turki. Dengan perpaduan gaya Utsmaniyah dan Melayu, bangunan ini memiliki kubah biru yang megah dan detail marmer yang sangat indah. Area sekelilingnya dikelilingi oleh kolam air yang memberikan efek cermin, menciptakan suasana yang sangat tenang dan megah. Pihak masjid juga menyediakan tur gratis bagi non-muslim untuk mempelajari arsitektur dan nilai-nilai di dalamnya.

Relaksasi di Taman Tasik Titiwangsa

Bagi mereka yang ingin melihat pemandangan cakrawala Kuala Lumpur secara utuh, Taman Tasik Titiwangsa adalah lokasi terbaik yang jarang dikunjungi turis asing. Dari tepi danau ini, Anda bisa melihat Menara Kembar, KL Tower, dan gedung Exchange 106 secara bersamaan dalam satu bingkai. Taman ini telah direnovasi besar-besaran dan kini memiliki fasilitas jalur sepeda, area bermain air, hingga jembatan ikonik di atas danau. Datanglah saat sore hari untuk menikmati matahari terbenam sambil melihat pantulan lampu-lampu kota di permukaan air danau. Tempat ini sangat populer di kalangan warga lokal untuk berolahraga, namun masih sangat jarang ditemukan dalam daftar rekomendasi agen perjalanan internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *